Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, di depan kening kamu..jangan menempel. Biarkan dia menggantung…mengambang..5 cm di depan kening kamu..jadi dia ga akan pernah lepas dari mata kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa. Dan kamu akan selalu dikenang sebagai orang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuama seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan hanya seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa aja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seseorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita dan keajaiban keyakinan manusiayang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.
cerita siang di comlabs :p Desember 5, 2008
dan kelam pun berganti terang ketika kita kembali diatas kebahagiaan. ya, hidup itu roda, dan beruntunglah ketika kita berhasil melewati terjalnya bukit duka dan kembali di jalan datar hidup yang bahagia.
Makasih ya 4WI, saat hamba benar-benar merasa sebagai orang yang paling menderita, saat itu pula Kau tunjukan pada hamba kebesaranMu. Duka ini tak sebanding dengan duka orang-orang itu. Duka ini hanya sebagian kecil dari duka mereka. Dan dengan duka ini pula, hamba mulai mengerti untuk melihat hidup dari sisi yang berbeda, perspektif yang lain. Dan 4WI, biarkan hamba untuk terus menyelami arti hidup dari setiap perjalanan ini, dari terjalnya cobaan yang Kau siapkan untuk hamba, agar hamba dapat terus dan terus memperbaiki diri serta berusaha untuk senantiasa bersyukur….
Kisah selembar waktu [Adaptasi terjemah QS. Al Ashr] Desember 5, 2008
Demi selembar waktu yang melayang-layang di cakrawala
Melintas nasib dan usia, membuka nafas dan bencana
Menguak tabir dunia, dan menyimpan misteri manusia
Sesungguhnya orang-orang dihadapkan pada sebuah cermin kebimbangan
Mengeja sejumlah makna
Yang tersirat di gelap waktu
Demi selembar waktu
Sesungguhnya orang-orang terjebak dalam arus kerugian!
Kecuali mereka yang senantiasa beriman dan beramal shaleh
Serta membisikkan kata-kata kebenaran
Sejauh-jauh lintasan suara
Dan saling mengingatkan makna kesabaran
Kepada sesama manusia penghuni alam semesta
[Ariffin Noor Hasymi; Nov’86]
Kodok vs Ular Desember 5, 2008
Kodok vs Ular
Dalam dunia kesehatan untuk mencegah racun/ bisa ular menyebar ke seluruh tubuh yaitu dengan jalan memasang/ mengikat (tourniquet) di atas daerah yang dipatuk agar peredaran darah tertahan hingga racun tidak mengalir ke seluruh tubuh. Maka pikirkanlah, seandainya ular tersebut mematuk di daerah leher, haruskah leher kita juga diikat? Solusinya,kodok alias katak. Seekor katak yang dibelah dua kemudian diletakan pada daerah yang dipatuk ular maka sang katak akan menyerap bisa ular tersebut hingga tubuhnya berwarna hitam. Maka ucapkanlah Alhamdulillah, karena Tuhan telah menciptakan keajaiban ini untuk menolong manusia dari bisa ular yang mematikan. [Annida]
untuk wanita Desember 5, 2008
Untuk istri (sebuah syair renungan singkat bagi wanita). Untuk semua wanita yang bergelar istri maupun yang bakal menjadi istri. Untuk dihayati apa yang terbetik dalam syair di bawah ini:
Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia suami yang menikahi kamu,
Tidaklah seMULIA MUHAMMAD,
Tidaklah seTAKWA IBRAHIM
Pun tidaklah seTABAH AYUB,
Ataupun seGAGAH MUSA
Apalagi seTAMPAN YUSUF
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman, yang punya cita-cita membangun keturunan yang shaleh
Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
suami adalah nakhoda kapal, kamu adalah navigatornya
suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kamu penawar obatnya
seandainya suami manusia yang lancing, sabarlah memperingatkannya
pernikahan ataupun perkawinan,
mengajarkan kita perlunya iman dan takwa untuk belajar meniti sabar dan ridha
karena memiliki suami yang tidak segagah mana, justru kamu kan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengasara,
Kamu Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi sholeha…
[anonym]
Komentar Terakhir