ceritarahma

sekedar berbagi pengalaman hari ini

Juni 27, 2011

Filed under: puisi dan teman-temanya — rahmawidya @ 10:57 pm

Bismillahirrohmanirrohim..

Robbana, kecintaanku tertinggi hanya pada Mu..
Pengharapanku pun hanya pada Mu..
Robbana, ampunilah hamba atas cinta yg tak seharusnya hamba pupuk saat ini..
Robbana, ampunilah hamba karena sering melalaikan Mu dan mengalihkan perhatian hamba kepada dirinya..
Robbana, hanya kepada Mu hamba memohon pertolongan..
Hanya kepada Mu hamba memohon kekuatan..
Tolong hamba ya Robb, jagalah agar cinta ini selalu ada di jalan Mu
Izinkanlah ia tumbuh hanya dengan ridho Mu..
Robbana, tunjukkanlah bahwa yg putih itu putih dan hitam itu hitam..
Jangan biarkan hamba dalam keraguan Robbi..
Robbana, karuniakanlah hamba kekuatan serta kepasrahan agar menyerahkan semuanya kepada Mu Robb…
Karena sungguh, Engkau yang mengetahui bagaimana kelak..
Engkau yang mengetahui apa-apa yang terbaik bagi kami..
Robbana..kabulkanlah doa hamba ini..
Karena Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. Aamiinn..

 

Menanti Sebuah Jawaban Juni 26, 2011

Filed under: reality — rahmawidya @ 8:28 pm

Aku tak bisa luluhkan hatimu

Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaut oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu

Sepenuhnya aku ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
Setulusnya aku akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tahu isi hatiku
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu

 

Tiba-tiba saja, mungkin 10 menit yang lalu,  saya ingat lagu ini. Pas sekali. Bukan ingin mengeluh, bukan tidak menerima kenyataan, tapi adakalanya seseorang ingin mengeluarkan isi hatinya, yang sesungguhnya, tanpa intervensi apapun. Ah, tp saya jd melow gini, kaya sendal swallow aja, ckckck, biarlah, yg penting saya keren :D . Ini lagu Padi, judulnya Menanti Sebuah Jawaban. Terlalu sama ini lagu, malah ngbuat sy makin inget dia sebenernya, tp da g denger lagu ini aja udah inget, jd biarlah malam ini sy inget dia full, hahaha

 

Never Ending Stories (2) Juni 23, 2011

Filed under: reality — rahmawidya @ 10:08 pm

Robb,ampuni hamba karena berharap padanya

Berharap pada manusia, dan kini hamba kecewa

Robb, ampuni juga dia, yang mungkin tak sengaja dan tak sadar telah menyakiti hamba

Berikan dia yang terbaik ya Robb, dan juga ikhlaskan hamba untuk memaafkannya…

Dia, pernah sangat berarti dalam hidup hamba

Dia, yang mungkin menjadi salah satu asbab titik balik hamba

Bagaimanapun, dia berjasa pada hidup hamba, tanpa disadarinya

 

Ya Robb, bolehkah hamba memohon keajaiban dari Mu?

Ah, tp rasanya tak pantas hamba meminta ini

Tapi pada siapa hamba meminta jika tak kepada Mu

Engkau yang Maha Pemurah, Engkau Penggenggam Jiwa Manusia…

Ya Robb, jika bersamanya adalah baik bagi dunia dan akhirat hamba, hamba mohon, berikanlah hamba petunjuk…

Tapi jika bersamanya tidak baik bagi masa depan hamba, hamba mohon kekuatan untuk menjauhinya, melupakan dan gantikanlah dia dengan yang lebih baik darinya…

Karena hamba tak bisa berbohong padamu, Engkau juga tahu bagaimana  keberadaannya dalam hati ini,

Tapi Engkau juga yang lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba dan dirinya, sejauh mana kekuatan kami, dan takdir yang bagaimanakah yang akan terjadi pada kami…

Hamba mohon kepadaMu Robbi, ikhlaskan lah hati ini, berilah kekuatan pada diri ini untuk senantiasa berada di jalan Mu, tunduk dan pasrah hanya pada keputusan Mu…
AMIN.

 

never ending stories (1) Juni 22, 2011

Filed under: reality — rahmawidya @ 7:26 am

Bismillahirrohmanirrohim…

mau senyum dulu (^____^), haaaahhhhhh…lega…sore ini bener2 ajaib, dengan indahnya Alloh memberikan berbagai pelajaran berharga lewat orang2 terbaik dalam hidup saya.

beberapa wkt lalu, rasanya dunia saya hancur berantakan. mimpi yang saya bangun ikut tenggelam bersama kenyataan yang g bisa saya terima (saat itu). Ah, gila lah rasanya,  mungkin karena saya sudah lama tidak merasakan semua ini, jadi rasa hati teh kiamat *ky tau aja rasa kiamat :) ).

 

Lalu, tampaknya Alloh menuntun saya untuk mencari sebuah nama di friend list YM saya, dan jrengjreng, jempol saya memencet sebuah id yang jelas saya kenal dengan sebutan Aa Kasep Sekali (selanjutnya akan disingkat menjadi AKS). kurang lebih 2 jam ddunia maya, rasa keluh kesah, kesal, dan tidak terima, saya buang disitu, d YM yang ga berdosa, dengan sang AKS yang dengan sabar membaca semua unek-unek saya dan akhirnya memberikan pencerahan luar biasa.

 

dia bilang “hehehe, mungkin ini episode nya ma, episode dimana kamu harus merasakan sakit, setelah sebelumnya kamu merasakan bahagia luar biasa“. dan dalam wkt yang tidak jauh berbeda seorang teteh luar biasa berkata pada saya, ketika seorang hamba belum berhasil melewati suatu cobaan, maka ia akan diuji lagi dengan cobaan yang serupa hingga akhirnya ia lulus dg luar biasa.

 

hmm, Ya tampaknya saya sedang dalam episode baru. episode yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. episode yang kelihatannya sudah pernah saya alami tapi tak berhasil saya lewati.

Subhanalloh, Robbi…mungkin benar,sy belum lulus ujian taun-taun lalu, smp akhirnya Kau uji lagi hamba dengan episode yang sama pada hari ini  :).

 

saya juga jadi ingat tulisan baru d blog saya yang bilang “setiap kejadian, baik atau buruk, pasti ada pelajaran d dalamnya dan pelajaran itu hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang berfikir”. juga kalimat ini ” seringkali, sesuatu yang kurang enak diizinkan terjadi atas diri kita agar kita terhindar dari sesuatu yang jauh lebih menyakitkan. kita harus bisa belajar dan memahami bahwa Yang Menciptakan kita, jauh lebih tahu tentang diri kita daripada kita sendiri dan karena itulah sebuah keadaan ada dan terjadi dalam kehidupan kita”. wow, saya baru mengetik tulisan ini, dan sekarang Alloh menguji saya dengan cara mengharuskan saya mempraktekannya langsung, Subhanalloh…ya, beberapa jam lalu saya terpuruk, hampir jatuh dan penuh luka. tapi tidak sekarang. saya bangkit. kata teteh, untuk mengobati suatu luka ada kalanya harus disiram oleh air garam agar lukanya tak lagi terasa sakit.  garam sudah ditempelkan pada luka itu tadi, saat saya sedang merasa terpuruk, tapi kini luka itu tak berasa lagi. yang ada hanyalah syukur pada Mu Robb, karena hamba yakin, Engkau ciptakan dan hadirkan sesuatu bukan tanpa sebab, bukan tanpa pelajaran, bukan tanpa maksud yang bermanfaat bagi kami.

 

Tidak. Saya tidak akan menyerah. ini bukan episode yang harus ditangisi, bukan episode yang harus disesali.justru ini adalah episode yang harus dsyukuri dan diyakini bahwa Engkau telah menyiapkan takdir yang lebih indah disebrang sana :D . Hidup itu seperti garis lurus, ketika suatu cobaan berakhir akan ada sebuah cobaan lagi yang siap menguji keimanan dan ketakwaan kita. So, bismillah, Alloh pasti nunjukin jalannya. Yes, we’ll find the way, Insya Alloh..

 

Let’s singing :

Pasti ku bisa melanjutkannya…pasti ku bisa menerima dan melanjutkannya

pasti ku bisa menyembuhkannya..

Cepat bangkit dan berfikir

Semua tak berakhir disini…” 

 

Buat teteh cantik luar biasa, aa kasep sekali, dan sahabat2 cantik tersayang, makasih, jazakumulloh khoiron katsiron, semoga urusannya juga dimudahkan oleh ALLOH SWT :)

 

Tak Masalah, Selama Kita Bisa Mengambil Pelajaran Juni 21, 2011

Filed under: rewrited — rahmawidya @ 9:49 pm

Bismillahirrohmanirrohim,

Tulisan ini diambil dari sebuah majalah Islam terbitan Juni 2011 (sama sih sbnernya dg tulisan sebelumnya :p). Walau tema sama, tp pendekatan dan sisi yg diuraikannya cukup berbeda.

Tentang mengambil pelajaran. Tak ada masalah dengan keadaan apapun, sepanjang kita bisa mengambil pelajaran dan memetik hikmah darinya. Sebab hanya dengan cara itu kita akan lebih mengerti, lebih memahami.

Alloh menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendaki-Nya dan menetapkannya untuk memberi hamba-Nya peringatan; mengingatkannya terhadap kewajiban, menyadarkannya dari perbuatan syirik dan menegurnya oleh sebab melanggar perintah-Nya atau melakukan yang dilarang.  Mengingatkan lewat tanda-tanda apa saja adalah hak Alloh SWT, dalam derita atau bahagia, dalam suka dan duka, dalam senyum dan tangis. Hal tersebut mengingatkan orang-orang beriman yang mau mengambil pelajaran.

Ketika kita diterpa sakit, maka sakit itu biasa. Yang penting adalah mencari tahu kenapa kita sakit? Apakah Alloh sedang menegur kita karena sebuah kekhilafan atau karena kita tidak bisa mensyukuri kesehatan itu dengan memeliharanya. Ketika kita gagal, maka gagal itu hal yang wajar. Tapi yang lebih penting adalah belajar  dan mempelajari sebab-sebab kegagalan itu agar tidak terulang lagi dalam usaha kita berikutnya. Mengambil pelajaran itu lebih penting dari kegagalan itu sendiri.

Sebuah keadaan yang kita terima terjadi karena sejalan dengan situasi dan kondisi dalam diri kita , atau bahkan karena memang kita sangat membutuhkannya saat itu. Maka, jangan pernah kita melihat sisi negatif sebuah keadaan yang tidak menyenangkan, yang terjadi pada diri kita. Jangan pula pernah ada perasaan buruk sangka terhadap-Nya, apalagi menuduh-Nya telah berlaku tidak adil. Boleh jadi, Alloh SWT. sebenarnya ingin memberi kita sesuatu yang lain, yang nilainya lebih besar dari apa yang diterima orang lain. Seringkali, sesuatu yang kurang enak diizinkan terjadi atas diri kita agar kita terhindar dari sesuatu yang jauh lebih menyakitkan. Kita harus bisa belajar dan memahami, bahwa yang menciptakan kita, jauh lebih tahu tentang diri kita daripada kita sendiri, dan karena itulah sebuah keadaan ada dan terjadi dalam hidup kita.

Peristiwa baik atau buruk, ternyata keduanya memaksa kita belajar. Dibalik peristiwa itu ada sebuah akselerasi pertumbuhan yang kadang tidak kita sadari. Kehidupan ini memang memberikan beragam kejutan untuk setiap manusia yang menjalaninya. Namun selalu ada hikmah yang dapat diambil dari setiap peristiwa yang ada. Terlebih ketika kita yakin bahwa Alloh turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu, jika hari ini kita sedang bertanya-tanya apa yang Alloh kehendaki dengan peristiwa yang sedang kita alami, percayalah bahwa semuanya ada dalam kendali Alloh. Jangan buru-buru protes atau bersungut-sungut. Sebab Alloh sedang mengajarkan sesuatu yang berharga untuk kita. Mungkin tidak hari ini kita bisa memahaminya, tapi besok atau lusa. Sepanjang kita mau mengambil pelajaran, jawaban itu pasti akan kita temukan.

Setiap peristiwa yang menyambangi kita tidak pernah menunggu kesiapan kita karena kedatangannya yang selalu tak terduga. Kita boleh saja mengatakan tidak siap. Didera dilema dan ketakutan. Tapi sebuah peristiwa yang mengejutkan itu seringkali justru menjadi anak tangga untuk sebuah keberhasilan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Dengan cara demikian, Alloh SWT. seakan memaksa untuk menjalani hidup yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Kesulitan yang direspon dengan sabar, tidak berkeluh kesah dan frustasi memberi kekuatan untuk terus maju. Mudah-mudahan kita selalu menjadi makhluk yang tidak lupa bersyukur. Bersyukur dan yakin bahwa kita selalu akan dipelihara dan diperhatikan oleh Sang Khaliq.

Apapun keadaan yang kita hadapi,tidak ada yang kebetulan. Sukses atau gagal, naik atau turun atau kejadian apapun, sesungguhnya semua adalah mata rantai dari keadaan dan peristiwa yang ada sebelumnya. Sukses dan gagal, keduanya terjadi atas izin Alloh , tidak semata karena hasil usaha kita. Ini penting untuk menguatkan kita agar tidak cepat berputus asa manakala kegagalan itu datang berkali-kali atau lekas berpuas ketika sukses telah tiba. Disinilah pentingnya kita untuk selalu bisa mengambil pelajaran dari keadaan apapun, dengan mendahulukan ridho pada setiap keputusan-Nya. Alloh SWT yang tidak pernah menzhalimi hamba-Nya, sangat naif jika kegagalan kita lampiaskan dengan menyalahkan-Nya atau menganggap-Nya tidak adil dan pilih kasih.

Kegagalan tidaklah berlaku untuk selamanya. Sehingga keliru jika sebuah kegagalan memunculkan pesimisme yang berlebihan. Sebab itu seorang muslim dituntut untuk selalu bersikap optimis dalam beraktifitas.

Kejadian apapun tidak ada yang kebetulan. Semua ada dalam ketentuan Alloh SWT. dan semua memiliki hubungan antara satu dengan yang lain. Maka menghadapi keadaan apapun, bukanlah masalah, sepanjang kita mau belajar dan memahami keadaan yang ada.

 

Berani GAGAL Juni 14, 2011

Filed under: rewrited — rahmawidya @ 6:59 pm

Ujian seseorang adalah perjuangan yang ia perjuangkan

Ketabahan yang ditunjukkan setiap hari

Bagaimana ia berdiri TEGAK dan TABAH

Menghadapi goncangan dan penderitaan yang sudah menjadi takdir

 

Pengecutpun dapat tersenyum bila tak ada yang ditakutkan

Ketika tak ada rintangan

 

Namun manusia sejati harus sanggup menerima keadaan

Manakala orang lain berlagak seperti bintang

 

Bukan kemenangan yang penting

Tetapi perjuangan yang diperjuangkan seseorang

Orang yang; bila ia terjepit dan terpaksa

Masih mampu berdiri tegak dan tabah

Menghadapi cobaan dan takdir dengan BANGGA

Meski berdarah, pucat dan benjol

 

Dialan orang yang akan sukses di akhir hayatnya

Karena dialan orang yang BERANI GAGAL

 

Juni 14, 2011

Filed under: puisi dan teman-temanya — rahmawidya @ 6:48 pm

Keindahan cinta memang seperti ini,

Senyum berkembang, hati lapang dan kaki tegak berjalan…

Kenyamanan cinta memang seperti ini

Terlukiskan dunia selalu dalam selimut awan biru, tak ada kelabu

Yang ada anya aku dan cintaku…

 

ALLOH memberi cinta memang indah laksana syurga dunia

ALLOH memberi sayang memang membuai jiwa dan raga

Tapi tak jarang cinta perlu suatu air mata

Bukan untuk menyakiti hati,

Tapi sekedar mengingatkan diri,

Bahwa cinta tak pernah hakiki

Kecuali atas izin Illahi Robbi

 

1 Mei 2011

 

 

Mengambil Pelajaran Juni 13, 2011

Filed under: campur-campur — rahmawidya @ 8:55 pm

Hidup itu adalah suatu proses belajar dan mengambil pelajaran. Belajar adalah satu hal tetapi mengambil pelajaran adalah hal lain. Oke, tulisan ini terinspirasi dari salah satu artikel di salah satu majalah Islam terbitan Juni 2011. Tentang mengambil pelajaran dari setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Belajar itu penting tapi jauh lebih penting utk mengambil pelajaran. Berilmu itu harus, tapi tanpa mengambil pelajaran maka ilmu tidak banyak memberi perubahan.

Betapa banyak orang berilmu dan ahli pengetahuan tetapi gagal mengambil dan menyebarkan pelajaran. Sebaliknya, ada banyak orang yang ilmunya sedikit, pendidikannya terbatas tetapi karena hati dan pikirannya terasah untuk mengambil pelajaran, ia pun menjadi lebih matang. Tentu yang paling indah dan paling ideal adalah bila kita menjadi orang yang berilmu, ahli dalam pengetahuan tertentu dan berssama itu menjadi orang yang sangat mengerti bagaimana mengambil pelajaran dari semua itu.

Bila menuntut ilmu dan mencari pengetahuan memiliki hambatan, maka mengambil pelajaran adalah perjalanan tanpa batas dan pencarian tanpa keterbatasan. Tentu bila kita mau. Belajar akan menghubungkan kita dengan ilmu, sedangkan mengambil pelajaran mengantarkan kita kepada hikmah, sikap arif dan bijak. Dan keduanya tidak sama. Hikmah lebih tinggi dari ilmu. Hikmah bisa didapat dari ilmu dan pengetahuan tetapi tidak semua orang berilmu berhasil memiliki hikmah dan kearifan mendalam. Sebab tidak semua orang yang berilmu bisa dan mau mengambil pelajaran.

Yang paling utama bagi kita dala situasi apapun, adalah apakah kita sedang dan telah mengambil pelajaran atau tidak. Yang lebih penting  lagi, dalam kondisi apapun apakah kita mau dan bisa mengambil pelajaran atau tidak. Rencana tidak sama dengan hasil. Yang ada adalah hasil sesuai rencana atau tidak sesuai rencana. Semua pemberian bisa kita bayangkan tapi segalanya tak pernah bisa kita pastikan. Yang bisa kita pastikan, apakah dalam keseluruhan itu kita senantiasa mengambil pelajaran atau tidak.

“Dan Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur

“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”

“Alloh menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”

 

Diskusi menuju kantor Juni 10, 2011

Filed under: reality — rahmawidya @ 9:56 am

Pagi-pagi udah galau. Akhirnya bbm Uki dan curhat tanpa arah dan tujuan. Hahhaa..ad yg menarik dr sesi terakhir obrolan kita, seakan ngingetin saya tntg kegalauan ini yg sebenernya g ada artinya dibandingkan dg tujuan hidup itu sendiri. Kalimat yg menohok:
“Trs mau apa coba selain menjalani hidup dgn harapan ttp optimis & ingin lbh baik setiap hari ”

Hahahahha..bener juga, hidup kl ga optimis dan berusaha utk lebih baik jadinya mau gimana? Seseorang yg stagnan dan membosankan,siap2 aja stres dan akhirnya merasa terbuang.

Baiklah..cukup galau sampai disini. Masih byk mimpi yg blm tercapai. Let’s go baby :)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.