Hidup itu adalah suatu proses belajar dan mengambil pelajaran. Belajar adalah satu hal tetapi mengambil pelajaran adalah hal lain. Oke, tulisan ini terinspirasi dari salah satu artikel di salah satu majalah Islam terbitan Juni 2011. Tentang mengambil pelajaran dari setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Belajar itu penting tapi jauh lebih penting utk mengambil pelajaran. Berilmu itu harus, tapi tanpa mengambil pelajaran maka ilmu tidak banyak memberi perubahan.
Betapa banyak orang berilmu dan ahli pengetahuan tetapi gagal mengambil dan menyebarkan pelajaran. Sebaliknya, ada banyak orang yang ilmunya sedikit, pendidikannya terbatas tetapi karena hati dan pikirannya terasah untuk mengambil pelajaran, ia pun menjadi lebih matang. Tentu yang paling indah dan paling ideal adalah bila kita menjadi orang yang berilmu, ahli dalam pengetahuan tertentu dan berssama itu menjadi orang yang sangat mengerti bagaimana mengambil pelajaran dari semua itu.
Bila menuntut ilmu dan mencari pengetahuan memiliki hambatan, maka mengambil pelajaran adalah perjalanan tanpa batas dan pencarian tanpa keterbatasan. Tentu bila kita mau. Belajar akan menghubungkan kita dengan ilmu, sedangkan mengambil pelajaran mengantarkan kita kepada hikmah, sikap arif dan bijak. Dan keduanya tidak sama. Hikmah lebih tinggi dari ilmu. Hikmah bisa didapat dari ilmu dan pengetahuan tetapi tidak semua orang berilmu berhasil memiliki hikmah dan kearifan mendalam. Sebab tidak semua orang yang berilmu bisa dan mau mengambil pelajaran.
Yang paling utama bagi kita dala situasi apapun, adalah apakah kita sedang dan telah mengambil pelajaran atau tidak. Yang lebih penting lagi, dalam kondisi apapun apakah kita mau dan bisa mengambil pelajaran atau tidak. Rencana tidak sama dengan hasil. Yang ada adalah hasil sesuai rencana atau tidak sesuai rencana. Semua pemberian bisa kita bayangkan tapi segalanya tak pernah bisa kita pastikan. Yang bisa kita pastikan, apakah dalam keseluruhan itu kita senantiasa mengambil pelajaran atau tidak.
“Dan Alloh mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur“
“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”
“Alloh menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran”
Komentar Terakhir