Bismillahirrohmanirrohim,
Tulisan ini diambil dari sebuah majalah Islam terbitan Juni 2011 (sama sih sbnernya dg tulisan sebelumnya :p). Walau tema sama, tp pendekatan dan sisi yg diuraikannya cukup berbeda.
Tentang mengambil pelajaran. Tak ada masalah dengan keadaan apapun, sepanjang kita bisa mengambil pelajaran dan memetik hikmah darinya. Sebab hanya dengan cara itu kita akan lebih mengerti, lebih memahami.
Alloh menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendaki-Nya dan menetapkannya untuk memberi hamba-Nya peringatan; mengingatkannya terhadap kewajiban, menyadarkannya dari perbuatan syirik dan menegurnya oleh sebab melanggar perintah-Nya atau melakukan yang dilarang. Mengingatkan lewat tanda-tanda apa saja adalah hak Alloh SWT, dalam derita atau bahagia, dalam suka dan duka, dalam senyum dan tangis. Hal tersebut mengingatkan orang-orang beriman yang mau mengambil pelajaran.
Ketika kita diterpa sakit, maka sakit itu biasa. Yang penting adalah mencari tahu kenapa kita sakit? Apakah Alloh sedang menegur kita karena sebuah kekhilafan atau karena kita tidak bisa mensyukuri kesehatan itu dengan memeliharanya. Ketika kita gagal, maka gagal itu hal yang wajar. Tapi yang lebih penting adalah belajar dan mempelajari sebab-sebab kegagalan itu agar tidak terulang lagi dalam usaha kita berikutnya. Mengambil pelajaran itu lebih penting dari kegagalan itu sendiri.
Sebuah keadaan yang kita terima terjadi karena sejalan dengan situasi dan kondisi dalam diri kita , atau bahkan karena memang kita sangat membutuhkannya saat itu. Maka, jangan pernah kita melihat sisi negatif sebuah keadaan yang tidak menyenangkan, yang terjadi pada diri kita. Jangan pula pernah ada perasaan buruk sangka terhadap-Nya, apalagi menuduh-Nya telah berlaku tidak adil. Boleh jadi, Alloh SWT. sebenarnya ingin memberi kita sesuatu yang lain, yang nilainya lebih besar dari apa yang diterima orang lain. Seringkali, sesuatu yang kurang enak diizinkan terjadi atas diri kita agar kita terhindar dari sesuatu yang jauh lebih menyakitkan. Kita harus bisa belajar dan memahami, bahwa yang menciptakan kita, jauh lebih tahu tentang diri kita daripada kita sendiri, dan karena itulah sebuah keadaan ada dan terjadi dalam hidup kita.
Peristiwa baik atau buruk, ternyata keduanya memaksa kita belajar. Dibalik peristiwa itu ada sebuah akselerasi pertumbuhan yang kadang tidak kita sadari. Kehidupan ini memang memberikan beragam kejutan untuk setiap manusia yang menjalaninya. Namun selalu ada hikmah yang dapat diambil dari setiap peristiwa yang ada. Terlebih ketika kita yakin bahwa Alloh turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu, jika hari ini kita sedang bertanya-tanya apa yang Alloh kehendaki dengan peristiwa yang sedang kita alami, percayalah bahwa semuanya ada dalam kendali Alloh. Jangan buru-buru protes atau bersungut-sungut. Sebab Alloh sedang mengajarkan sesuatu yang berharga untuk kita. Mungkin tidak hari ini kita bisa memahaminya, tapi besok atau lusa. Sepanjang kita mau mengambil pelajaran, jawaban itu pasti akan kita temukan.
Setiap peristiwa yang menyambangi kita tidak pernah menunggu kesiapan kita karena kedatangannya yang selalu tak terduga. Kita boleh saja mengatakan tidak siap. Didera dilema dan ketakutan. Tapi sebuah peristiwa yang mengejutkan itu seringkali justru menjadi anak tangga untuk sebuah keberhasilan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Dengan cara demikian, Alloh SWT. seakan memaksa untuk menjalani hidup yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Kesulitan yang direspon dengan sabar, tidak berkeluh kesah dan frustasi memberi kekuatan untuk terus maju. Mudah-mudahan kita selalu menjadi makhluk yang tidak lupa bersyukur. Bersyukur dan yakin bahwa kita selalu akan dipelihara dan diperhatikan oleh Sang Khaliq.
Apapun keadaan yang kita hadapi,tidak ada yang kebetulan. Sukses atau gagal, naik atau turun atau kejadian apapun, sesungguhnya semua adalah mata rantai dari keadaan dan peristiwa yang ada sebelumnya. Sukses dan gagal, keduanya terjadi atas izin Alloh , tidak semata karena hasil usaha kita. Ini penting untuk menguatkan kita agar tidak cepat berputus asa manakala kegagalan itu datang berkali-kali atau lekas berpuas ketika sukses telah tiba. Disinilah pentingnya kita untuk selalu bisa mengambil pelajaran dari keadaan apapun, dengan mendahulukan ridho pada setiap keputusan-Nya. Alloh SWT yang tidak pernah menzhalimi hamba-Nya, sangat naif jika kegagalan kita lampiaskan dengan menyalahkan-Nya atau menganggap-Nya tidak adil dan pilih kasih.
Kegagalan tidaklah berlaku untuk selamanya. Sehingga keliru jika sebuah kegagalan memunculkan pesimisme yang berlebihan. Sebab itu seorang muslim dituntut untuk selalu bersikap optimis dalam beraktifitas.
Kejadian apapun tidak ada yang kebetulan. Semua ada dalam ketentuan Alloh SWT. dan semua memiliki hubungan antara satu dengan yang lain. Maka menghadapi keadaan apapun, bukanlah masalah, sepanjang kita mau belajar dan memahami keadaan yang ada.
Komentar Terakhir